Apakah Kanker Bisa Diturunkan? Penjelasan Pakar IPB University Mengenai Risiko Genetik dan Kanker

by -10 Views
Kanker
Apakah Kanker Bisa Diturunkan? Penjelasan Pakar IPB University Mengenai Risiko Genetik dan Kanker

bellaapartkas.com, Memiliki riwayat kanker dalam keluarga sering kali menjadi beban pikiran tersendiri. Rasa cemas umumnya menghinggapi para orang tua maupun anak terkait potensi penyakit tersebut menurun ke generasi berikutnya.

Menanggapi kekhawatiran ini, Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, dr. Ditia Gilang Shah Putra Rahim, Sp.A., meluruskan bahwa kanker pada dasarnya tidak diwariskan secara langsung dari orang tua ke anak. Hal yang dapat diturunkan melalui sel telur atau sperma sebenarnya adalah mutasi genetik tertentu yang meningkatkan risiko kerentanan seseorang.

“Sebetulnya yang diturunkan bukan kankernya, tetapi gennya. Mutasi pada gen tertentu menyebabkan seseorang memiliki kerentanan untuk mengalami kanker,” terang dr. Gilang.

3 Kelompok Kanker Berdasarkan Penyebab Genetik

Untuk memahami tingkat risikonya secara tepat, dr. Gilang membagi kanker ke dalam tiga jenis kategori genetik:

  1. Kanker Herediter: Dipicu oleh mutasi genetik spesifik yang diturunkan secara langsung dari orang tua.

  2. Kanker Familial: Muncul pada beberapa anggota keluarga, namun tidak selalu disebabkan oleh satu mutasi gen bawaan yang telah teridentifikasi.

  3. Kanker Sporadis: Berkontribusi paling umum dan terjadi tanpa kaitan dengan mutasi gen warisan. Jenis ini biasanya berkembang akibat perubahan genetik spontan sepanjang perjalanan hidup seseorang.

Memahami perbedaan ini sangat penting agar masyarakat tidak serta-merta mengaitkan riwayat kanker keluarga sebagai kepastian bahwa anak pasti menderita penyakit yang sama.

Peluang Pewarisan Gen vs Risiko Terkena Kanker

Jika salah satu orang tua membawa mutasi gen tertentu, setiap anak memang memiliki peluang 50% untuk mewarisi mutasi tersebut. Kendati demikian, angka ini tidak berarti risiko anak untuk menderita kanker otomatis sebesar 50%.

Sebagai gambaran, dr. Gilang mencontohkan fungsi gen BRCA1—gen penekan tumor (tumor suppressor gene) yang bertugas memperbaiki DNA rusak.

  • Setiap orang memiliki dua salinan gen BRCA1 di dalam tubuhnya.

  • Jika satu salinan mengalami mutasi, salinan lainnya masih dapat bekerja membantu perbaikan DNA.

  • Dengan demikian, mengindikasikan bahwa membawa mutasi gen tidak serta-merta memastikan seseorang akan mengidap kanker.

Prinsip yang sama juga berlaku pada kasus kanker ginjal. Adanya riwayat kanker ginjal pada orang tua tidak secara otomatis diturunkan ke anak. Evaluasi risiko harus memperhitungkan usia diagnosis, pola persebaran kasus dalam keluarga, hingga indikasi kelainan genetik lainnya.

Siapa Saja yang Membutuhkan Tes & Konseling Genetik?

dr. Gilang memaparkan beberapa tanda bahaya (red flags) yang memerlukan perhatian medis ekstra:

  • Diagnosis kanker yang muncul pada usia relatif muda.

  • Seseorang yang mengidap lebih dari satu jenis kanker secara bersamaan.

  • Kemunculan jenis kanker langka.

  • Terdapat tiga atau lebih anggota keluarga sedarah yang menderita jenis kanker yang sama atau saling berkaitan.

Pemeriksaan maupun konseling genetik sangat disarankan jika ada anggota keluarga inti yang terdiagnosis kanker sebelum berusia 50 tahun, atau jika sudah diketahui adanya mutasi gen bawaan dalam silsilah keluarga.

Prioritas Pemeriksaan: Tes genetik dianjurkan terlebih dahulu kepada anggota keluarga yang sedang atau pernah menderita kanker. Anggota keluarga yang sehat baru disarankan menjalani tes apabila hasil pemeriksaan pada penderita menunjukkan adanya mutasi genetik yang terbukti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

No More Posts Available.

No more pages to load.